Share |

Polres Cianjur Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2010 di lapang Prawatasari

03 September 2010, 08:49 WIB

Pengamanan arus mudik lebaran di wilayah hukum Polres Cianjur akan melibatkan 1.124 personel, terdiri dari 755 anggota Polri didukung instansi lainnya, seperti TNI, petugas Damkar, Satpol PP, Dishub, dan anggota Pramuka dari Saka Bhayangkara. Kesiapan pengamanan arus mudik maupun balik lebaran itu Polres Cianjur melaksanakan gelar pasukan Operasi Ketupat 2010 di Lapang Prawatasari, Joglo Kabupaten Cianjur.kamis (2/9).Dengan Pembina Upacara Bupati Cianjur Drs.H.Tjetjep Muchtar Soleh.MM.

Bupati Cianjur Drs.H.Tjetjep Muchtar Soleh.MM dalam sambutannya mengatakan, pengalaman tahun lalu peningkatan kendaraan tidak seimbang dengan kapasitas jalan yang disebabkan adanya penyempitan badan jalan serta adanya aktivitas pasar tumpah di sejumlah titik serta kurang disiplinnya para pengguna jalan yang tentunya akan berdampak pada terjadinya kemacetan lalu lintas yang cukup panjang. Di sinilah polisi dan instansi terkait lainnya dituntut untuk bekerjasama secara sinergis guna merumuskan langkah-langkah inovatif dan efekif apa untuk mengurai kemacetan tersebut.

Bupati juga mengimbau pada seluruh instansi terkait, terutama polisi dalam menghadapi tugas pengamanan Operasi Ketupat 2010 tersebut, yakni untuk melakukan deteksi dini, melalui peran intelijen yang bekerjasama dengan komuniti intelijen lainnya dalam mendeteksi berbagai fenomena yang berkembang dalam masayarakat, terlebih yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

sementara itu Kapolres Cianjur AKBP Djoko Hariutomo mengemukakan,Semua elemen tersebut akan saling berkoordinasi dan bersinergi dalam menjalankan tugas dan perannya masing-masing, mudah-mudahan dalam pelaksanaannya nanti dapat berjalan optimal.

Kapolres mengatakan, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Cianjur pihaknya akan terus mengintensifkan pengawasan dan penjagaan di sejumlah bank, toko perhiasan dan pusat perbelanjaan.Penjagaan bank dan toko emas diperketat terkait maraknya aksi perampokan.

Dijelaskan, mengenai jumlah pemudik lebaran tahun ini, diperkirakan mengalami lonjakan kenaikan sebesar 12 persen dari tahun lalu, yakni sebanyak 16,3 juta jiwa. Sedangkan jumlah kendaraan roda dua maupun roda empat yang digunakan untuk mudik mencapai 5 juta unit. "Hal tersebut tentunya mengakibatkan terjadinya peningkatan aktivitas masyarakat di berbagai tempat serta meningkatnya mobilitas manusia dan barang yang berimplikasi pada timbulnya potensi gangguan kamtibmas yang harus dikelola dengan baik.(wn).