Bupati Cianjur Mendapat Dua Rekor MURI
29 November 2010, 10:04 WIB
Pemerintah Kabupaten Cianjur sarat dengan prestasi, penghargaan-penghargaan dari propinsi dan pusat sering diterima oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur seperti penghargaan Adipura selama empat tahun berturut-turut, penghargaan buta aksara, dan pertanian atau WTN (Wahana Tata Nugraha), namun yang spesial Pemerintah Kabupaten Cianjur mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) belum lama ini.
Sehubungan Bupati Cianjur, Drs. H. Tjetjep Muhtar Soleh, MM menggelar program penyerahan bantuan motor dan batik terbanyak yang dilakukan bupati kepada aparatur dan tenaga fungsional di kalangan pemerintahan. Dewan Rekor Indonesia dalam sidangnya yang dilakukan awal November lalu, menghitung bahwa Bupafi Cianjur telah memberikan sebanyak 1.078 unit kendaraan roda dua kepada aparatur fungsional. Pemberian motor ini juga mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 352 unit.
Adapun rekor kedua, batik yang telah diserahkan mencapai 58.400 potong. Menariknya lagi, batik yang diberikan oleh Bupati Cianjur sendiri adalah batik khas Cianjur, sebagai bentuk usaha pemkab Cianjur dalam pemberdayaan batik. Hampir lima tahun ke-pemimpinannya, berbagai penghargaan telah diterima oleh Bupati Cianjur.
Bupati Cianjur, menanggapi penghargaan-penghargaan dan rekor ini dengan rendah hati. Menurutnya yang terpenting adalah program Pemkab Cianjur dapat dirasakan masyarakat. Tentu saja mencetak rekor adalah ke¬banggaan bagi Pemerintah Kabupaten Cianjur. Namun tidak pernah terniat untuk membuat program yang bisa membuat rekor. Yang terpenting program ini dirasakan berguna oleh rakyat. Penghargaan rakyat jauh lebih berarti bagi saya. Berkaitan dengan pemeberian motor, Bupati Cianjur menjelaskan bahwa yang diberikan untuk tenaga fungsional dan merupakan buah aspirasi rakyat sendiri untuk pelayanan pemerintah lebih baik. Ia mengaku telah mengunjungi hampir seluruh desa di Kabupaten Cianjur, ketika melakukan Saba Desa. Sehingga paham sekali medan di lapangan yang seringkali sulit dilalui. Dengan kondisi itu, para ujung tombak pelayan masyarakat seperti Bidan, Pengawas Sekolah, Penyuluh,dan Ketua MUI , wajib dibantu untuk pelayanan kepada masyarakat agar lebih optimal. Perihal Batik, Bupati Cianjur yang diberikannya sebagai usaha untuk mengembangkan budaya Cianjur karena batik ini adalah batik khas Cianjur.Dan nantinya akan dipakai sebagai promosi kebudayaan, kita harus ingat salahsatu filosofi Cianjur yaitu Mamaos, yang berarti budaya.
Berita Daerah Lainnya »
- 21/05/2012, 10:07 WIBBupati Hadiri Rapat Kerja Badan Sat Pol PP Kab. Cianjur
- 21/05/2012, 09:51 WIBBupati Cianjur Buka Porseni IGRA Cianjur 2012
- 15/05/2012, 10:52 WIBBupati Cianjur Lantik Pejabat Eselon III dan IV Serta Kepala Sekolah
- 15/05/2012, 10:50 WIBBupati Cianjur Resmikan Kabupaten Cianjur Sebagai Kabupaten Layak Anak
- 11/05/2012, 10:51 WIBWabup Cianjur Lakukan Kunker ke Dinsosnakertrans dan Disdukcapil
- 10/05/2012, 08:41 WIBBupati Resmikan Program Pesantren Terpadu Di Lapas Kelas IIB Cianjur
- 09/05/2012, 09:21 WIBBupati Cianjur Pimpin Apel Di Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur
- 09/05/2012, 09:20 WIBWabup Tinjau Jembatan Putus dan Tempat Pembuangan Sampah Yang Rubuh