Share |

Kabupaten Cianjur Gelar Deklarasi Damai

21 Februari 2011, 10:31 WIB

Untuk menjaga kondusifitas dalam kegiatan beragama, unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Cianjur bersama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan sejumlah organisasi kemasyarakatan menggelar deklarasi damai bertempat di pendopo pemkab Cianjur, belum lama ini.Kegiatan tersebut, memuat empat butir diantaranya, menyatakan keprihatinannya atas konflik yang terjadi di Cikeusik, Banten dan Temanggung, Jawa tengah.

Dalam sambutannya, Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mengatakan, kegiatan deklarasi damai dilakukan sebagai langkah antisipasi dalam menciptakan kondusifitas di wilayah Kabupaten Cianjur.

Pihaknya berharap, melalui terselenggaranya kegiatan tersebut, bisa meredam konflik SARA yang akhir-akhir ini mencuat dibeberapa wilayah di Indonesia. Serta diharapkan, deklarasi damai yang disepakati oleh semua pihak ini, menjadi sikap tegas bahwa pihak mana pun tidak dibenarkan untuk melakukan kekerasan. Deklarasi ini, sekaligus sebagai sikap bahwa pihak mana pun tidak dibenarkan untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis.

Sementara , Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Dwi Suharjo menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk menghindari terjadinya konflik sosial dan horizontal, yang bernuansa SARA di Kabupaten Cianjur, hal Ini sebagai tindak lanjut dari pernyataan para pemuka agama se wilayah Jawa Barat, yang dilaksanakan di Gedung Sate, beberapa waktu yang lalu.

Selain dihadiri Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh, deklarasi juga dihadiri Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Dwi Suharjo, Kapolres Cianjur AKBP Djoko Hariutomo, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur yang diwakili Kasi Pidana Umum Ricky Sipayung. Turut pula hadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur KH Abdul Halim, anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Cianjur, serta tamu undangan lainnya. (wn).