Share |

Paguyuban Pasundan Bhaksos Tanam 1914 Pohon Di Situs Gunung Padang

14 Maret 2011, 08:56 WIB

Penataan situs Gunung Padang yang berupa peninggalan jaman pra sejarah 6.000 tahun sebelum masehi (SM), di Desa Karya Mukti Kecamatan Campaka, Cianjur diperkirakan membutuhkan dana miliaran Rupiah, dana tersebut diantaranya diperuntukan pembebasan tanah seluas 50 Hektar sekitar situs yang selama ini di kuasai penduduk. Demikian dikemukakan Bupati Cianjur yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Cianjur,Drs.H. Himam Haris ketika memberikan sambutan pada acara penanaman ribuan pohon dari ikatan mahasiswa teknik lingkungan indonesia, di Puncak Gunung padang, belum lama in, dihadiri Unsur Muspida,para kepala OPD serta sejumlah undangan lainnya.

Menurutnya, situs gunung padang merupakan situs terbesar se-Asia Tenggara dengan bentuk gunung batu berumpak 5 dan hanya terdapat di tiga tempat di Dunia. Sementara 3 lainnya terdapat di Meksiko dan Rusia. Bila sudah direstrukturisasi diperkirakan situs batu gunung padang akan tampak berbentuk segitiga bila dipandang di jarak beberapa kilometer, namun upaya restrukturisasi hingga bentuk umpaknya jelas belum dapat dilakukan karena akan membutuhkan dana yang banyak.

Dijelaskan, upaya pembenahan areal situs untuk kepentingan pariwisata dalam waktu dekat akan di bangun beberapa menara pandang dan perbaikan jalan menuju situs yang selama ini terjal dan berbatu.

Sementara itu ketua panitia penanaman pohon, Drs. Abah Ruskawan memaparkan, penataan situs gunung padang harus dilaksanakan secara berjamaah, Yakni melibatkan instansi, element masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Cianjur serta Provinsi Jawa Barat.

Abah menyatakan acara yang digelar di Gunung Padang tersebut sebagai bagian dari kegiatan Milangka lahirnya Paguyuban Pasundan seratus tahun lalu dan kegiatan dari Ikatan Mahasiswa Teknis lingkungan Indonesia.(wn/Dn)