Wagub Jabar, Situs Gunung Padang Sebagai Complex Galaxi Stones
31 Maret 2011, 08:19 WIB
"Kekayaan alam dan budaya serta posisi geografis Kabupaten Cianjur memiliki prospek yang cukup potensial dalam pengembangan wisata. Salah satunya yaitu situs megalitik Gunung Padang, ekotisme situs megalitikum Gunung Padang, bisa bersaing dengan situs megalitikum lainnya yang berada di Rusia dan Peru. Implementasi pengembangan objek wisata untuk budaya ini akan berjalan dengan mengangkat dan memperkenalkan situs gunung padang milik dunia kebanggaan Indonesia," kata PJ.Bupati Cianjur, Drs. H. Wawan Sofwan MSi. , pada kegiatan rombongan "ONE DAY TOUR" yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf ke beberapa lokasi salah satunya ke situs Gunung Padang yang berada di Kec. Campaka.
Lanjutannya situs Gunung Padang terletak di Kampung Gunung Padang dan Kampung Panggulan, Desa Karyamukti Kecamatan Campaka merupakan situs megalitik berbentuk puden berundak yang terbesar di Asia tenggara, dengan luas bangunan purbakalanya 900 m2 dengan luas areal situs sendiri kurang lebih sekitar 3 ha.
Dalam sambutannya Wakil Gubernur jawa Barat mengatakan bahwa objek wisata situs Gunung Pandang akan dikenal lebih jauh baik wisata domestik maupun asing apabila kita semua baik dari pemerintah daerah ataupun pusat dapat bersama-sama peduli akan konsep dari sebuah strategi bagaimana cara memperkenalkan situs tersebut serta bagaimana cara melestarikan situs tersebut. Ada beberapa konsep yang bisa dilakukan bersama-sama diantaranya dengan memberikan fasilitas, sarana serta prasarana bagi pengunjung yang inign mengenal lebih dekat dengan situs megalit. Dengan demikian situs Gundung Padang akan tergali dengan sendirinya oleh subyek/wisatawan yang berkunjung, yang salah satunya bisa dapat melakukan konservasi yang lebih jauh guna menggali pesona prasejarah yang ditinggalkan oleh orang masa lampau.
Wakil Gubernur Jawa Barat menambahkan, dengan adanya kepedulian serta kerjasama yang baik, dari pemerintah pusat bersama pemerintah daerah melalui dinas pariwisata dan kebudayaan, telah menyusun sebuah program guna pengembangan sarana untuk situs megalit tersebut dengan angaran yang sudah ditetapkan.
Keberadaan situs ini pertama kali muncul dalam laporan Rapporten Van De Oudheid-Kundigen Dienst (ROD), tahun 1914, selanjutnya dilaporkan Nj Krom tahun 1979 aparat terkait dalam hal pembinaan dan penelitian benda cagar budaya yaitu penilik kebudayaan setempat disusul oleh Ditlinbinjarah dan Pulit Arkenas melakukan peninjauan ke lokasi situs. Sejak saat itu upaya penelitian terhadap situs gunung padang mulai dilakukan baik dari sudut arkeologis, historis, geologis dan lainnya. Bentuk bangunan punden berundaknya mencerminkan tradisi megalitik seperti banyak dijumpai di beberapa daerah di Jawa Barat. Bangunannya terdiri dari lima teras dengan ukuran berbeda-beda, batu-batu tersebut sama sekali belum mengalami sentuhan tangan manusia, dalam arti belum dikerjakan atau dibentuk oleh tangan manusia. Balok-balok batu yang jumlahnya sangat banyak itu tersebar hampir menutupi bagian puncak Gunung Padang. Penduduk setempat menjuluki beberapa batu yang terletak di teras-teras itu dengan nama-nama berbau islam. Misalnya yang disebut meja Kiai Giling Pangancingan, Kursi Eyang Bonang, Jojodog atau tempat duduk Eyang Swasan, sandaran batu Syeh Suhaedin alias Syeh Abdul Rusman, tangga Eyang Syeh Mazuki, dan batu Syeh abdul Fukor.
Berita Daerah Lainnya »
- 21/05/2012, 10:07 WIBBupati Hadiri Rapat Kerja Badan Sat Pol PP Kab. Cianjur
- 21/05/2012, 09:51 WIBBupati Cianjur Buka Porseni IGRA Cianjur 2012
- 15/05/2012, 10:52 WIBBupati Cianjur Lantik Pejabat Eselon III dan IV Serta Kepala Sekolah
- 15/05/2012, 10:50 WIBBupati Cianjur Resmikan Kabupaten Cianjur Sebagai Kabupaten Layak Anak
- 11/05/2012, 10:51 WIBWabup Cianjur Lakukan Kunker ke Dinsosnakertrans dan Disdukcapil
- 10/05/2012, 08:41 WIBBupati Resmikan Program Pesantren Terpadu Di Lapas Kelas IIB Cianjur
- 09/05/2012, 09:21 WIBBupati Cianjur Pimpin Apel Di Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur
- 09/05/2012, 09:20 WIBWabup Tinjau Jembatan Putus dan Tempat Pembuangan Sampah Yang Rubuh