Share |

Jemaah Ahmadiyah Kec. Campaka Kembali Ke Syariat Islam Yang Benar

11 April 2011, 09:17 WIB

Ajaran Ahmadiyah di larang melakukan kegiatan di Wilayah Jawa Barat. Dasar hukumnya adalah Peraturan Gubernur Jawa Barat No 12 Tahun 2011 tentang Larangan kegiatan Jemaah Ahmadiyah di Jawa Barat yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Jawa Barat, Panglima Kodam III/Siliwangi, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Kamis, 3 Maret 2011 yang lalu.

Menindaklanjuti peraturan tersebut Bakor Pakem Kab. Cianjur gencar melakukan pembinaan dan arahan kepada pemeluk Ajaran Ahmadiyah untuk kembali kepada Syariat Islam. Hasilnya, sebanyak 35 orang Jemaah Ahmadiyah Kecamatan Campaka yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa mengucap Syahadat guna kembali ke Syariat Islam yang benar berdasarkan keinginan sendiri. Pengucapan Syahadat tersebut dilaksanakan di Mesjid Al-Falahul Asaakir Desa Sukajadi Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur. Kamis (7/4) dengan disaksikan oleh Kapolres Cianjur, Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Linmas Kabupaten Cianjur, Kepala Kantor Kementerian Agama Cianjur, perwakilan dari Dandim, Camat Campaka, MUI Kecamatan Campaka, Tokoh masyarakat dan Ulama Kec. Campaka serta tamu undangan lainnya.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Linmas, Supanji, SH. mengatakan semua anggota Jemaah Ahmadiyah yang telah kembali ke jalan Syariat Islam diharapkan dapat diterima kembali oleh masyarakat seperti sedia kala.

Selanjutnya Supanji, SH. merasa sangat terharu akan adanya itikad baik para Jemaah Ahmadiyah untuk kembali ke Ajaran Syariat Islam tanpa adanya paksaan. Karena bagaimanapun Ajaran Ahmadiyah itu menyimpang dari Syariat Islam yang sebenarnya.

Dikesempatan yang sama Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur Hj. Amiek Mulandari, SH, MH. Mengatakan perbedaan Ajaran Ahmadiyah dengan Ajaran Islam adalah mereka meyakini adanya Nabi selain Nabi Muhammad SAW. Padahal dalam Ajaran Islam Nabi Muhammad merupakan Nabi terakhir dan Penutup para Nabi. Jadi, tidak akan ada Nabi yang diutus Allah SWT setelah Nabi Muhammad SAW.(wn/dn)