Share |

Tutor Keluarga Berencana Tingkat Desa Di Kab.Cianjur Masih Minim

21 April 2011, 08:58 WIB

Hakikat Tim Penggerak Desa (TPD) adalah untuk bersama-sama mengentaskan dan terlibat secara aktif dalam upaya pengendalian terhadap berbagai masalah kependudukan. Demikian dikatakan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jabar Netty Prasetiyani Heryawan saat menyampaikan materi terhadap Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Bagi Tenaga Penggerak Desa/Kelurahan Kabupaten/Kota se Jabar di Hotel Setia Pacet Kabupaten Cianjur, kemarin.

Dikatakan , Jadi petugas TPD merupakan kontibutor dalam pembangunan dan kontrol jumlah penduduk mereka itu adalah tutor paling utama di lapangan,sedangkan masalah kependudukan bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah atau BKKBN saja, namun setiap anggota masyarakat berkewajiban untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Hal senada dikatakan Kepala BKKBN Jabar Lukman Heryana, dimana status TPD merupakan mitra kerja pemerintah untuk membantu program keluarga berencana (KB) yang berada di tingkat desa, dan mudah-mudahan dengan adanya tim tersebut bisa ikut membangun dalam rangka mengatasi masalah kependudukan.

Sementara itu, Kepala BKKBN kabupaten Cianjur Drs.H. Sudrajat Laksana menuturkan, idealnya satu tenaga lapangan maksimal bisa menangani dua desa, sementara di Kabupaten Cianjur dengan jumlah desa sebanyak 341 baru ditangani oleh 115 tenaga lapangan, artinya rasio antara tenaga lapangan dengan desa satu banding tiga sehingga masih jauh dari harapan.

Oleh karenanya, dengan betambahnya jumlah petugas lapangan sebanyak 37 orang untuk Kabupaten Cianjur, adalah sesuatu yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan program KB di Kabupaten Cianjur.

Sedangkan peserta orientasi ini yakni berasal dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Depok. Selama mengikuti kegiatan tersebut para peserta akan diberikan berbagai materi diantaranya, seperti program KB, pengelolaan, dan perencanaan program KB tingkat desa/kelurahan.

Adapun tujuan dari kegiatan orientasi salah satunya adalah untuk menyamakan persepsi serta pedoman pelaksanaan KB untuk mempercepat pencapaian target yang telah ditetapkan pemerintah Jabar. (wn/rc)