Share |

Desa Kertajaya Ciranjang,Wakil Cianjur Pada Lomba P2WKKS Tk.Jabar

18 Mei 2011, 07:44 WIB

Program P2WKSS kali ini telah terpilih Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang sebagai desa binaan yang akan diikutsertaakan pada lomba P2WKSS tingkat provinsi tahun 2011. Desa Kertajaya tepatnya di kampung Babakan Garut RW 5 yang terdiri dari 100 Kepala Keluarga dan 3 RT, telah mendapatkan pembinaan secara intensif dari BKBPP Kabupaten Cianjur , sehingga layak dan memenuhi syarat untuk di ikutsertakan dalam program tersebut. Permasalahan yang terdapat Desa Kertajaya yang akan ditindak lanjuti secara berkesinambungan antaralain permasalahan mengenai masih kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana dibidang sanitasi dan kesahatan diantaranya fasilitas untuk kebutuhan MCK, masih minimnya tingkat partisipasi pendidikan terutama untuk kaum perempuan, masalah kesehatan ibu dan anak serta masalah rumah tinggal yang masih belum layak huni dan lain sebagainya.

Pendataan keluarga di kampung Babakansari secara keseluruhan maupun individu ini dilakukan dengan cara mengunjungi dari rumah ke rumah oleh petugas atau pelaksana pengumpul data dari BKBPP. Pembentukkan kader satuan pelaksana (satlak) di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan sebagai program binaan P2WKSS untuk membentuk dan menyelenggarakan beberapa program yang akan menjadi unggulan guna penilaian tingkat provinsi tersebut.

Sosialisasi dan pembentukkan kader oleh Hj. Yeni Rosyeni dan R. Tita dari BKBPP Kab. Cianjur kali ini melakukan penyebarluasan data, program dan informasi tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang menjadi faktor penting keberhasilan program pembangunan kesetaraan gender dan perlindungan anak. Satlak yang terbentuk akan melaksanakan beberapa progam diantaranya satlak Pendidikan Usia Dini, Bina Keluarga Lansia, Pusat Informasi Konseling remaja, BKR serta program pendukung P2WKSS lainnya.

Untuk mencapai keberhasilan desa kertajaya dalam program P2WKSS harus didukung oleh kader-kader PKK serta para sukarelawan di bidang sosial ekonomi kemasyarakatan ini, yang pada intinya, mereka mengajak agar ibu-ibu terlibat langsung dalam kegiatan pemberdayaan perempuan. Salah satunya melalui kegiatan ekonomi produktif, berupa kegiatan bercocok-tanam atau berkerajinan, usaha ternak ikan lele, pembuatan telor asin dan aktivitas positif lainnya.

Di bidang ekonomi, perempuan selalu menjadi korban dari setiap perubahan ekonomi. Keterpurukan ekonomi telah membawa perempuan dalam perjuangan untuk terus menghidupi keluarga . Berikan perempuan dukungan dan kesempatan dalam mengejar ketertinggalannya, baik di sektor ekonomi, hukum, ekonomi dan sosial maupun di sektor domestik (keluarga), niscaya desa kertajaya khususnya menjadi terdepan.. (wn/dn)