Share |

Wakil Bupati, Buka Rakerda Program Keluarga Berencana-Kesehatan

09 Juni 2011, 08:17 WIB

Salah satu permasalahan yang dihadapi pemerintah kabupaten Cianjur khususnya dalam upaya pembangunan adalah lonjakan populasi penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menjadi hambatan dan juga beban bagi pemerintah untuk meningkatkan pembangunan guna mensejahteraan rakyatnya. Kendati demikian, pemerintah terus berupaya mengurangi risiko akibat populasi penduduk yang terus meningkat.

Demikian Dikatakan Wakil Bupati Cianjur dr. H. Suranto, MM ketika menghadiri sekaligus membuka rapat kerja daerah program Keluarga Berencana – Kesehatan dan Pencanangan Bhakti TNI-KB Terpadu Tingkat Kodim serta Pencanangan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia Tingkat Kabupaten Cianjur tahun 2011, belum lama ini di gedung Bale Rancage.

Menurut Wakil Bupati, dikalangan masyarakat masih terjadi perkawinan di bawah usia 18 tahun. Kondisi ini dapat menimbulkan ekses negatif terhadap reproduksi, serta menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu dan balita. Selain itu, masalah sosial akibat lonjakan populasi penduduk seperti kemiskinan, pengangguran, tindakan Kriminal dan anarkisme merupakan dampak buruk dari populasi yang tidak seimbang dengan kapasitas suatu wilayah. Menyikapi masalah ini sejatinya program KB mampu meminimalisir lonjakan populasi penduduk yang berdampak pada masalah sosial lainnya.

Sementara , Kepala BKBPP Cianjur Drs. H. Sudradjat Laksana, dalam laporannya mejelaskan Rapat Kerja Daerah tahunan program KB dengan tema , Melalui Bakti Sosial KB-Kes., kita Optimalkan Pelaksanaan Percepatan Revitalisasi Program KB Nasional Kerja sama BKKBN dengan TNI dalam rangka Mewujudkan Keluarga Kecil, Bahagia dan Sejahtera. Sejatinya mampu menyatukan sinergi antara pemerintah, TNI dan Bidan selaku pencanang program KB untuk menanggulangi masalah lonjakan populasi penduduk. Dengan pada tahun 2011 kabupaten dapat mendistribusikan sarana prasarana KB –Kes dengan target 112.490 partisipan untuk menggunakan alat-alat KB seperti IUD, MOP, MOW, Implant, Suntik, Pil, Kondom yang strateginya dengan TMKK, Bhakti IBI dan Gerakan Untuk Meningkatkan Lini Lapangan Rancage (GUMELAR).

Sementara itu,Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat , Rukman Heryana mengatakan, laju pertumbuhan Nasional saat ini khususnya wilayah Jawa Barat dan Banten sangat tinggi. Dikalangan masyarakat masih terjadi perkawinan di bawah usia 18 tahun. Kondisi ini dapat menimbulkan ekses negatif terhadap reproduksi, serta menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu dan balita. Selain itu, masalah sosial akibat lonjakan populasi penduduk seperti kemiskinan, pengangguran, tindakan Kriminal dan anarkisme merupakan dampak buruk dari populasi yang tidak seimbang dengan kapasitas suatu wilayah. Menyikapi masalah ini sejatinya program KB mampu meminimalisir lonjakan populasi penduduk yang berdampak pada masalah sosial lainnya.

Perwakilan dari Kodim 0608 Mayor Alamsyah dalam sambutannya pencanangan pelaksanaan program Bhakti TNI KB terpadu Terpadu Tingkat Kodam III/Siliwangi telah dilaksanakan bersamaan dengan pencanangan tingkat Nasional oleh panglima TNI pada tanggal 4 mei yang lalu, bertempat di Kodim 0610/ Sumedang Korem 062/TN.

Selanjutnya Wakil Bupati berkenan menyematkan lencana serta piagam penghargaan penghargaan atas nama presiden RI kepada delapan pegawai negeri sipil yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun atas dedikasi dan loyalitasnya dalam melaksanakan program pembangunan keluarga berencana di kabupaten Cianjur. (wn/hms)