Share |

Wakil Bupati Cianjur, Belum Lama ini Tarling Ke Kecamatan Takokak

23 Agustus 2010, 11:10 WIB

Bulan puasa sering di konotasikan oleh semua kalangan tidak bisa melakukan aktivitas atau kegiatan secara maksimal karena terhalang oleh haus dan lapar. Ketidak berdayaan karena menahan rasa haus menjadikan semangat menurun. Semua itu kurang mengartikan akan hikmah yang kita dapat di bulan suci ini dengan melakukan aktivitas seperti biasa tidak hanya dengan menahan rasa lapar dan haus melainkan alat untuk pengontrol diri dari segala niat kita dalam melakukan ibadah.

Memasuki malam ke 9 di bulan suci Ramadan, warga desa Bungbangsari Keacamatan Takokak , melaksanakan shalt a tarawih bersama dengan rombongan “Tarawih Keliling” dari Pemerintah Kab Cianjur yang dipimpin oleh Wakil Bupati Cianjur DR. H. Dadang Sufianto. Drs., MM. di mesjid Asyifa Kampung Cibuntu yang didampingi oleh beberapa kepala OPD dan pimpinan Bank Jabar Cab. Cianjur serta undangan lainnya.

Wakil Bupati dalam sambutannya mengatakan, Era reformasi yang melahirkan tuntutan kuat untuk melakukan perubahan telah mendorong kita untuk terus berpacu meningkatkan kinerja, yakni dengan melakukan koreksi, reposisi, dan reaktualisasi terhdap kegiatan yang di lakukan selama ini, selain itu tetap dan terus mengkuti dan memprediksi perkembangan yang akan terjadi, sehingga kedudukan dan keberadaan umat islam dapat tetap eksis sebagai ujung tombak agama besar dengan nilai professionalisme yang dapat diandalkan, begitu toleransi beragama dengan mengedepankan budaya berdampingan guna pembangunan yang mengutamakan akselerasi dari semua umat beragama.

Lanjutnya, Puasa di bulan suci Ramadan bukan sekedar kewajiban tahunan dengan menahan lapar, dahaga dan berbuka kemudian setelah itu hamper tidak berbekas dalam jiwa ataupun perilaku dalam bersosialisasi di masyarakat. Namun puasa lebih kepada kewajiban yang mampu menggunakan moral. Puasa merupakan kewajiban yang disyariatkan untuk setiap muslim/muslimah seperti layaknya sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Puasa juga membawa dampak positif berupa rasa solideritas dan kepedulian antar sesama untuk merasakan kehidupan ekonomi lemah dalam menjalankan puasa. Semoga dengan berpuasa dan mengerjakan hal-hal yang mendukung puasa mampu membentuk karakter untuk memperbanyak amal kebajikan maupun amal ibadah spiritual dalam diri.(wn).